Category Archives: Life Log

A life log

qmail menolak email akibat clamav < 0.95

Kisahnya terjadi kemarin siang, setelah paginya diminta bantuan untuk membereskan mail server  yang ‘tidak dapat mengirim email yang tujuannya tidak di server yang sama’, sementara pawang yang sekarang sedang tidak ada.

Setelah pinjam akses root dan cek perilakunya, sepertinya ‘kirim email ke server lain’ normal saja, yang tidak normal adalah menerima email dari server lain selalu di reject qmail. kebetulan waktu itu ga sempat capture log message;  tapi inti-nya log smtp bilang qmail queue menolak email buat sementara.

coba disable spamfilter, hasilnya sama saja. Cek apakah IP yang digunakan sedang di blok  jaringan/database spamfilter, ternyata tidak juga. search di google juga tidak banyak membantu.

butuh waktu juga untuk hingga nyambung dengan ‘virus scanning’. cek punya cek, ternyata ada announcement di website clamav jika versi < 0.95 sudah EoL sejak 15 april 2010 dan versi yang digunakan mail server ini memang sudah di reject.

mau upgrade, belum dan tidak sempat baca-baca tentang implikasi-nya terhadap modul yang lain, dependencies, urusan layer 8 atau 9, dll. Ambil jalan pintas saja, disable simscan/clamav!

edit tcp.smtp , buang “QMAILQUEUE=”/var/qmail/bin/simscan

jalankan #qmailctl cdb

Selesai sudah. Berhubung mesin ini resourcesnya terbatas, terutama memory, service freshclam atau yang lain yang udah ga digunakan saya matikan. jadilah mesin ini persis jaman dulu waktu dulu pertama kali saya install di tahun 2002 apa 2003 (masih anak kuliahan lah pokoknya), tanpa bantuan database antispam  dan antivirus scanner. untung dulu sempat aktifkan domainkey dan SPF, jadi lumayan membantu bertahan dari spam, paling tidak hingga diputuskan antispam-nya boleh jalan lagi.

Hufh!, masih sempat ngejar janji yang gw undur dari jam 11 ke jam 13.30. Telat sedikit, tapi orang-nya maklum.

Pelajaran berharga: jangan pernah tinggalkan mesin/server tanpa pawang!

Tabel routing 12.800-an entry pada routerboard

Ssedikit kaget campur terpesona melihat tabel routing dari inherent yang terbaca dari router UNAND sudah berjumlah 12,880-an.

routerboard dengan 12800-an tabel routing

routerboard dengan 12800-an tabel routing

diantaranya berupa ip private, antara lain : 10.24.8.185, 10.168.255.12, 192.168.30.0/24, 172.16.0.0/16, 172.16.32.0/31. ini masih di luar ‘ip private’ lintasarta yang 19.x.x.x.
perasaan ini bertahan lebih lama ketika sadar bahwa mesin yang sedang menyimpan tabel routing tersebut ternyata sebuah routerboard dengan load rata-rata 0%-5% pada 680MHz, memory terpakai lk 36MB dari 256MB, terakhir di-‘restart’ (atas bantuan pln) 5 hari yl. cukup mengesankan untuk peralatan dengan konsumsi listrik < 10 Watt.
sayang-nya, keindahan ini sedikit berkurang saat sadar produk tersebut belum ‘made in indonesia’ 🙁

Up and Running

Desingan router yang baru dihidupkan sangat menghibur dan melegakan setelah gempa yang meluluh lantakan.